Inilah 2 Planet di Tata Surya yang Tidak Punya Bulan

Rabu, 18 Mei 2022

Planet-planet di tata surya hampir semuanya memiliki “Bulan” atau satelit alami mereka sendiri. Satelit alami adalah sebuah benda langit di ruang angkasa yang mengorbit di sekitar benda yang lebih besar. Satelit alami juga biasa disebut sebagai “bulan“. Sehingga yang disebut Bulan tidak hanya Bulan yang mengorbit Bumi.

Bulan atau satelit alami berfungsi sebagai suatu penarik benda langit berukuran kecil di sekitarnya, sehingga tidak terjadi tabrakan di pusat orbit satelit. Meski begitu, ada dua planet yang tidak memiliki Bulan atau satelit alami, Apa sajakan planet tersebut?

Merkurius dan Venus

Dilansir dari laman NASA, kedua planet itu adalah Merkurius dan Venus. Adapun penyebab kedua planet tersebut tidak memiliki “bulan” adalah karena kedua planet itu terlalu dekat dengan Matahari. Tapi, ada dugaan lainnya. Bulan dengan jarak yang terlalu jauh dari planet-planet ini (Merkurius dan Venus) akan berada dalam orbit yang tidak cukup stabil dan ditangkap oleh Matahari.

Jika bulan-bulan terlalu dekat dengan planet-planet itu (Merkurius dan Venus), maka bulan-bulan itu akan hancur oleh gaya gravitasi pasang surut. Zona di mana bulan-bulan di sekitar planet-planet ini bisa stabil selama miliaran tahun mungkin sangatlah sempit, sehingga tidak ada bulan potensial yang pernah ditangkap ke orbit mereka.

Diduga bulan milik Merkurius atau yang coba ditangkap oleh Merkurius berada dalam orbit yang sangat tidak stabil karena Matahari akan menariknya. Bulan pada akhirnya akan berputar menjauh dan mengorbit untuk matahari atau akan terlepas dari orbit stabil di sekitar Merkurius lalu menabrak dengan planet ini.

Penyebab Venus Tidak Memiliki Bulan

Dalam kasus Venus, jawabannya tidaklah sesederhana itu. Venus memang dekat dengan Matahari juga, namun gravitasinya cukup kuat untuk menahan bulan. Meskipun begitu, Venus pada akhirnya tidak memiliki bulan. Ada 2 teori utama untuk menjelaskan hal tersebut.

Teori pertama menyatakan bahwa Venus memang memiliki sebuah bulan, tetapi Matahari akan “mencurinya”, seperti dalam kasusnya Merkurius. Teori kedua, dianggap lebih mungkin, tapi lebih rumit, dan mengharuskan ilmuwan untuk memahami bagaimana Bumi mendapatkan bulannya.

Itulah 2 planet yang tidak memiliki bulan di tata surya kita, mengetahui informasi tersebut merupakan hal yang menyenangkan, namun ada juga hal yang menyenangkan yaitu bermain slot. Bermain slot memanglah menyenangkan dan jika menang itu hanyalah bonus dari keberuntungan.

Inilah Gunung Tertinggi di Galaksi Bima Sakti

Selasa, 17 Mei 2022

Gunung tidak hanya ditemukan di planet Bumi saja, tapi juga ada di planet-planet lainnya. Karakteristik gunung di luar angkasa sangatlah bervariasi. Meskipun Gunung Mauna Kea adalah gunung tertinggi di planet Bumi (berdasarkan Guinness World Record), tapi itu termasuk ke dalam salah satu gunung yang kecil di tata surya ini. Lantas, gunung manakah yang tertinggi di tata surya?

Dilansir dariĀ NASA, 15 April 2022, gunung tertinggi di tata surya ini adalah Olympus Mons yang berada di planet Mars. Tingginya mencapai 16 mil atau 84.480 kaki (25 kilometer) di atas permukaan planet. Bagaimana Mars bisa mendapatkan gunung yang begitu besar?

Awalnya, Mars memiliki gunung berapi yang benar-benar aktif, berisi gumpalan batu yang sangat panas yang bergerak naik dari dalam. Tapi Mars tidak memiliki lempeng tektonik yang bergerak di atas hotspot, seperti gunung yang berada di Hawaii.

Jadi, gunung di Mars tidak berbentuk rantai gunung api, namun justru bertambah tinggi. Dengan gravitasi yang lebih rendah di planet Mars, magma itu bisa didorong ke ketinggian yang lebih tinggi.

Fakta menarik kedua adalah Olympus Mons begitu besar pada dasarnya, sehingga seorang astronot di puncaknya tidak akan tahu bahwa dia sedang berdiri di puncak gunung, karena kemiringan gunung tersebut akan tertutup oleh lengkungan planet itu sendiri.

Dilansir dariĀ How Stuff Works, 25 April 2022, Olympus Mons bertipe stratovolcano dan merupakan salah satu dari selusin gunung berapi yang sangat besar di Mars. Di puncak Olympus Mons terdapat sebuah kaldera (kawah) besar yang membentang luas sekitar 50 mil (80 kilometer) di atasnya. Sementara itu, dasar Olympus Mons lebarnya sekitar 341 mil (549 kilometer).

Olympus Mons tingginya melebihi dua kali dari Gunung Everest. Hal itu dinilai aneh karena Mars besarnya setengah dari ukuran Bumi berdasarkan diameter.

Itulah gunung tertinggi di tata surya ini yang berada di planet Mars. Mengetahui informasi seperti ini merupakan hal yang baru dan pastinya sangat menyenangkan, namun ada juga hal yang menyenangkan lainnya yaitu bermain slot. Bermain slot memanglah menyenangkan dan jika menang itu hanyalah bonus dari keberuntungan.

Para Ilmuwan NASA Mengamati Komet Terbesar yang Sempat Terlihat Menuju Bumi

Sabtu, 16 April 2022

Sebuah komet dengan nukleus 50 kali lebih besar dari biasanya meluncur langsung ke arah Bumi dengan kecepatan 22.000 mil per jam. Teleskop Hubble NASA menentukan inti es komet memiliki massa sekitar 500 triliun ton dan lebar 85 mil (137 km) – lebih besar dari negara bagian Rhode Island di Amerika Serikat.

Tapi tak perlu khawatir. Jarak terdekatnya adalah sekitar satu miliar mil dari Matahari, dan itu tidak akan terjadi kira-kira sampai tahun 2031. Komet ini pertama kali terlihat pada tahun 2010 tetapi baru sekarang Hubble mengkonfirmasi ukurannya.

Dikutip dari BBC, pada Jumat (15/4), komet ini lebih besar dari komet mana pun yang pernah dilihat para astronom sebelumnya.

“Kami selalu menduga, kalau komet ini pasti besar karena sangat terang pada jarak yang begitu jauh,” jelas David Jewitt, seorang profesor ilmu planet dan astronomi di Universitas California, Los Angeles (UCLA).

“Sekarang kami mengkonfirmasi hal itu.” lanjutnya. NASA menggambarkan bola tanah es itu sebagai sebuah raksasa yang “berlari ke arah sini”.

Menurut pernyataan NASA, komet itu ditemukan oleh astronom yang bernama Pedro Bernardinelli dan Gary Bernstein dalam gambar arsip dari Survei Energi Gelap di Observatorium Inter-Amerika Cerro Tololo di Chili. Komet digambarkan oleh NASA sebagai bentuk “blok Lego” es, yang tersisa dari hari-hari awal konstruksi planet.

Komet Bernardinelli-Bernstein mengikuti orbit elips sepanjang 3 juta tahun, dan membawanya sejauh ini kira-kira setengah tahun cahaya dari Matahari. Komet itu sekarang berjarak kurang dari 2 miliar mil dari Matahari, hampir jatuh tegak lurus terhadap bidang Tata Surya kita.

Melihat keindahan komet yang pernah melintasi bumi adalah suatu hal keindahan dan pastinya sangat menyenangkan, namun ada juga hal menyenangkan lainnya yaitu bermain slot. Bermain slot pastinya cukup menyenangkan dan jika menang itu hanyalah bonus dari keberuntungan.