Beberapa Kasus Terorisme Terbesar yang Ada di Indonesia

Kamis, 28 April 2022

Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman yang menimbulkan sebuah teror atau rasa takut secara meluas yang bisa menakuti masyarakat, dan dapat menimbulkan korban massal atau kerusakan dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Selain aksi peledakan bom, ada juga berbagai aksi teror lainnya yang memiliki tujuan untuk menebar ketakutan di masyarakat dan dapat dikategorikan sebagai tindak pidana terorisme. Berikut ini beberapa kasus terorisme terbesar di Indonesia.

Bom Gereja Serentak di Malam Natal

Ledakan bom terjadi di gereja-gereja di 13 kota besar di Indonesia pada malam Natal tahun 2000 lalu. Mulai dari Jakarta, Pekanbaru, Medan, Mojokerto, Mataram, dan lain-lain. Serangan yang terjadi secara serentak ini menyebabkan sebanyak 16 orang meninggal dan 96 orang terluka.

Serangan-serangan bom ini dikomandoi oleh Encep Nurjaman alias Ridwan Isamuddin alias Hambali, dia adalah salah satu pemimpin Jama’ah Islamiyah (JI), semacam afiliasi Al-Qaida di Asia Tenggara. Saat ini, Hambali berada dalam penahanan militer Amerika Serikat di pangkalan militer Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba.

Bom Bali I

Tiga bom meledak di Bali pada tanggal 12 Oktober 2002. Ledakan ini menewaskan sekitar 202 orang yang sebagian warga negara asing dan ratusan orang luka. Ledakan pertama terjadi di depan Diskotik Sari Club, Jalan Legian, Kuta, Bali. Tak berselang lama, ledakan kedua terjadi Diskotik Paddy’s yang berada di seberang Sari Club.

Setelah itu, ledakan ketiga terjadi sekitar 100 meter dari Konsulat Amerika Serikat di wilayah Renon, Denpasar, Bali. Selain memakan korban jiwa, ledakan bom ini juga merusak banyak bangunan-bangunan di sekitar lokasi kejadian. Polisi kemudian menangkap Amrozi, Imam Samudra alias Abdul Aziz, Ali Ghufron, dan yang lainnya sebagai seorang tersangka.

Bom JW Marriott

Bom yang berdaya ledak mirip dengan ledakan bom Bali meledak di Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, pada 5 Agustus 2003. Ledakan tersebut menewaskan sebanyak 14 orang dan membuat 156 orang luka-luka. Ledakan ini merupakan yang kelima selama tahun 2003.

Sangat mengerikan jika kita mengalami teror dari kelompok terorisme, tak ada hal yang menyenangkan dari hal tersebut. Adapun hal yang menyenangkan adalah bermain game slot. Bermain game slot memang menyenangkan dan jika menang itu hanya bonus dari keberuntungan.